Perjalanan ke China: Hong Kong, Shanghai

Hong Kong

Barang Promosi – Sebab tidak ada kabar yang dipunyai, kami bahkan berniat untuk transit saja, dan waktu yang kami luangkan juga betul-betul minim (tidak hingga 24 jam sebelum jadwal penerbangan balik). Berangkat lagi dari Shanghai-Nan, kami menaiki bullet train (¥54) ala China yang murah meriah tetapi konsisten dapat dipercaya kecepatannya.

Sedangkan tampilannya jauh lebih modern, tetapi kereta ini mempunyai layanan yang sama dengan kereta Parahyangan Bandung-Jakarta tempo doeloe, merupakan memasarkan karcis berdiri! Kami cukup gembira mendapatkannya, mengingat lautan manusia beratur di depan loket penjualan karcis ke

Di tepian West Lake Road pula terdapat digunakan-digunakan yang desainnya menyatu dengan taman2 yang besar jarak antar bangunan yang cukup jauh cafe dengan tanaman dan landscape yang menarik. Taksi menuju dibenahi ini lumayan murah, tempat ¥15 saja.

Saatnya Belanja 
Taksi bahkan menuju Women Fashion Street. Suasananya mirip dengan Kemang di Jakarta Selatan. Butik-butik dengan desain bangunan unik malahan dengan rapi sebagai podium deret bangunan flat yang rata-rata berketinggian 8-10 lantai di sepanjang tepian jalan. Pohon maple dan daerah duduk berbaris rapi di sepanjang trotoar. Sebagian sebagian dilengkapi dengan pot-pot bunga warna-warni. Sayangnya harga spot di pakaian ini cukup mahal (kisaran di atas ¥200an).

Jadinya kami memilih untuk melanjutkan pada sebagian spot. selanjutnya demikian sempat tapi gang-gangnya. Hampir mirip perkampungan kota di Jakarta dan Bandung dengan lot yang berserak tidak beraturan, tetapi lingkungannya bersih dan malahan dengan tertata, hingga kedai di gang-gang ini bahkan konsisten memasarkan spot dengan harga relatif mahal.

Berbekal flyer pakaian dan peta lembaran yang dibeli seharga ¥8, kami menuju Silk Street. Konon jalan inilah yang menjadi sumber dari sejarah besar Silk Road di China yang kemudian diperdagangkan tamasya ke Timur Tengah dan memakmurkan jual beli di sepanjang laluannya. Di sana kami temui hingga olahan spot dari sutera. Daerah berjualan dan koridor cafe dengan setting rumah dibenahi khas China klasik. Sebagian art work berupa patung bertema industri sutera dipasang di sepanjang jalan. Seluruh barang dapat ditawar. Barang dagangannya bahkan hingga. Dari yang murah meriah untuk souvenir unik tamasya butik-butik mahal yang nilainya ribuan Yuan.

 

 

Artikel Lainnya : Penemuan Cincin Emas di Dalam Harta Karun Sriwijaya oleh Warga Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published.