Daily Archives: August 16, 2018

Besarnya Peluang Bisnis Digital di Indonesia, Raksasa StartUp Bisa Jadi Contohnya

Besarnya Peluang Bisnis Digital di Indonesia, Raksasa StartUp Bisa Jadi Contohnya

“Ekspansi dahulu, untung kemudian” merupakan salah satu ciri khas konsep pertumbuhan bisnis dari perusahaan rintisan alias startup. Tak seperti konsep bisnis perusahaan konvensional pada lazimnya yang melulu konsentrasi untuk mengejar keuntungan, popularitas yang berkembang bagi startup dikala ini merupakan popularitas merugi tapi terus mengejar ekspansi. Kenapa demikian? Memandang pertama yang dikejar merupakan valuasi.

Indonesia saaat ini mempunyai 4 startup “Unicorn” yang menjadi raksasa bisnis baru di negara dengan populasi lebih dari 260 juta jiwa ini. Unicorn hal yang demikian terbagi dalam 3 variasi industri, adalah GO-JEK yang menguasai sektor transportasi, kemudian ada Tokopedia dan Bukalapak sebagai marketplace memberikan solusi berbelanja tanpa menyita waktu dan daya, serta bagi masyarakat yang gemar pelesir benar-benar dimanjakan dengan absensi Traveloka. Berawal dari sebuah konsep, kemudian merangkak tumbuh sebagai startup, sampai sekarang mereka kapabel menjadi korporasi dengan skor valuasi di atas 1 miliar USD atau lebih dari 13 triliun rupiah.

Kesuksesan perusahaan startup Unicorn ini tentu tidak luput dari derasnya gelontoran dana fantastis dari modal ventura. Mempunyai contoh bisnis dan konsep brilliant, startup unicorn milik buah hati bangsa ini berhasil menjadi primadona para pemodal untuk menggelontorkan dana, secara khusus bagi para pemodal asing. Hasil riset Google yang dirilis pada akhir 2017 malahan menampakkan bahwa skor investasi di bidang startup teknologi di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar sesudah sektor migas, dengan sempurna investasi yang masuk berjumlah Rp 40 triliun pada jangka waktu Januari sampai Agustus 2017.

Baca Juga: advertising agency jakarta

Apabila ditelisik, GO-JEK seumpama yang sukses menjadi “Unicorn” pertama di Indonesia sesudah 6 tahun berdiri. Sepak hempas GO-JEK kian berkilau dikala GO-JEK mendapatkan pendanaan senilai $550 juta, pada Agustus 2016, dari konsorsium 8 pemodal yang digawangi oleh Sequoia Capital dan Warbrug. Sesudah itu, GO-JEK berhasil mendapatkan suntikan dana tambahan senilai $1,2 miliar dari Tencent Holding dan JD.com pada 2017.

Memandang ini yang membikin sempurna pendanaan yang berhasil diraih GO-JEK berada di angka $1,75 miliar, skor valuasi terbesar di antara empat “Unicorn” Indonesia. Tokopedia menyusul menyandang gelar “Unicorn” sesudah mendapatkan pendanaan senilai $1,347 miliar. Jumlah yang dijabarkan oleh website crunchbase.com ini mencatatkan investasi terbesar datang dari Alibaba pada Agustus 2017, dengan angka senilai $1,1 miliar.

Traveloka berada pada urutan ketiga sebagai startup asal Indonesia yang sukses menjelma menjadi “Unicorn”. Platform penyedia layanan karcis online ini sukses menarik perhatian Expedia, layanan sejenis yang populer di luar negeri, yang mengucurkan dana senilai $350 juta pada Juli 2017.  Tambahan dana baru ini menggenapkan sempurna pendanaan untuk Traveloka menjadi $500 juta dalam setahun terakhir dan sukses mengantarkan Traveloka sebagai korporasi dengan valuasi di atas 1 miliar USD.

Disupport angka hal yang demikian, investasi yang masuk pada startup Indonesia, yang didominasi oleh pemain asing, menampakkan bahwa para pemodal masih percaya pada situasi ekonomi makro Indonesia. Ari Adil seorang Independent Wealth Management Advisor serta Co-Founder and Managing Partner Jagartha Advisors yang ikut serta melihat fenomena masuknya dana fantastis dari asing pada startup Indonesia mengukur bahwa para pemodal asing benar-benar akurat dan jeli dalam mengamati konsep bisnis yang diusung para startup.

“Investor oleh stabilitas makroekonomi, demografi, dan penetrasi pengguna dunia online yang meningkat menempuh 54%, menciptakan adanya kans besar dalam pertumbuhan ekonomi komputerisasi di Indonesia. Baik asing dalam hal ini mengamati pangsa pasar yang semacam itu besar di Indonesia bagi pertumbuhan bisnis startup ­hal yang demikian, sehingga startup Unicorn ini mendapatkan skor yang benar-benar bagus di mata asing,” pungkas Ari.

Lebih lanjut, Ari menambahkan bahwa fenomena sharing economy yang ditawarkan startup “Unicorn” di Indonesia disinyalir menjadi elemen pemicu utama masuknya dana investasi asing yang fantastis. Seketika GO-JEK,

Tokopedia, Bukalapak, ataupun Traveloka mengembangkan konsep one berhenti solution dalam satu aplikasi. “Mereka (startup Unicorn) tak mempunyai aset seperti perusahaan konvensional pada lazimnya. Startup hal yang demikian menyediakan aplikasi yang berkhasiat bukan cuma bagi pengguna tapi bagi mereka yang mempunyai aset seperti motor, kendaraan beroda empat, produk, dan absensi startup ini kapabel menjembatani gap di antara ini,” terang Ari.

Namun pertanyaan berikutnya, apakah cuma pemodal asing yang kapabel menjadi motor pemrakarsa kesuksesan startup Unicorn Indonesia? Google merilis hasil risetnya bahwa dari segi kuantitas deal investasi startup di Indonesia masih dikontrol oleh pemodal lokal. Membutuhkan secara value, masih didominasi oleh pemodal asing. Sebagai seorang pemerhati keuangan dan financial advisor, Ari mengamati sebagian kecenderungan pemodal lokal yang menyebabkan fenomena ini:

1. Masih banyak ladang investasi di Indonesia

Tak banyaknya pemodal lokal yang berinvestasi di startup unicorn bukan sebab mereka tak mempunyai dana. Secara pemodal lokal mempunyai dana besar, dan di Indonesia masih menyediakan banyaknya ladang investasi menarik lainnya, seperti properti, emas, pertambangan, perkebunan tanah, properti, emas, malahan pertambangan dan perkebunan bahkan masih menjanjikan di Indonesia.

2. Dibutuhkan adanya vehicle yang pas

Di negara lain pemodal bisa berinvestasi di perusahaan start up via produk investasi sebagai vehicle yang tak jarang disebut Venture Capital dimana produk hal yang demikian dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman. Untuk lebih memberikan jalan masuk yang luas terhadap pemodal lokal di Indonesia untuk berinvestasi di perusahaan startup diperlukan terobosan aturan untuk bisa menyediakan vehicle yang pas bagi pemodal lokal.

3. Meskipun insentif pajak

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sudah memberi masukan insentif pengurangan pajak bagi pemberi modal usaha rintisan (startup) di Indonesia. Memandang ini akan benar-benar bagus mengingat akan terdorongnya iklim investasi bagi startup dengan adanya kebijakan fiskal dan tax incentive.

4. Terbatasnya pengetahuan mengenai bisnis startup

Negara asal para pemodal asing seperti Amerika dan China telah semenjak 20 tahun akrab dan belajar perihal bisnis startup, malahan lebih lama untuk Amerika. Sebagian startup di Indonesia baru berkembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

bagi para pemodal lokal untuk berinvestasi pada startup Unicorn Indonesia masih tersedia.  apabila startup ­hal yang demikian mempertimbangkan untuk melantai di bursa saham Indonesia. Peran, dukungan, dan kolaborasi dari banyak pihak termasuk swasta dan pemerintah benar-benar diperlukan guna mencetak pemodal lokal yang menjadi raja sepenuhnya bagi startup – startup Unicorn asal Indonesia.

Baca Juga: digital agency jakarta

Solusi Enterprise Mobility Diselenggarakan oleh Telkomsel di 4 Kota di Indonesia

Solusi Enterprise Mobility Diselenggarakan oleh Telkomsel di 4 Kota di Indonesia

Dalam upaya menolong dan menunjang perusahaan dalam meningkatkan daya kerja bisnis dan melaksanakan transformasi komputerisasi, Telkomsel menggelar Telkomsel myBusiness Exhibition bertema “Mobility Solution for Your Komputerisasi Transformation”.

Aktivitas ekshibisi yang menunjukkan bermacam-macam solusi komputerisasi terintegrasi untuk keperluan bisnis ini digelar di empat kota, yaitu Telkom Landmark Tower, Jakarta (9 Agustus 2018), Balikpapan (30 Agustus 2018), Batam (6 September 2018) dan Surabaya (20 September 2018).

Baca Juga: digital agency

Solusi enterprise mobility  yaitu layanan  untuk menunjang pelaksanaan digitalisasi suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Solusi ini akan menolong mobilitas karyawan ataupun keterlibatan pelanggan (customer engagement), antara lain untuk meningkatkan jalan masuk kepada kabar, meningkatkan efisiensi pelaksanaan bisnis, meningkatkan produktivitas karyawan, menurunkan tarif operasional, meningkatkan customer experience, dan lain-lain.

Solusi komputerisasi Telkomsel myBusiness disokong kehandalan jaringan berkwalitas Telkomsel dengan lebih dari 176.000 base transceiver station (BTS) di semua Indonesia, termasuk lebih dari 125.000 BTS broadband berteknologi 4G dan 3G

“Lewat ekshibisi ini, kami berusaha menyediakan solusi terlengkap yang pantas dengan keperluan transformasi bisnis masing-masing perusahaan di era komputerisasi. Solusi-solusi ini kami harapkan bisa membuka pelbagai peluang baru dalam pengembangan bisnis pelanggan, termasuk dalam hal transformasi komputerisasi, sehingga pada akibatnya akan meningkatkan produktivitas bisnis perusahaan,” tutur Vice President Corporate Account Management Telkomsel Primadi K Putra.

Dalam Telkomsel myBusiness Exhibition, Telkomsel membuka sebagian booth untuk menunjukkan tiga zona solusi menurut keperluan pelanggan, yakni Mobility, Cloud and Apps, dan Communication.

Pada zona Mobility, booth yang dihadirkan mencakup layanan Mobile Security, Office 365, Emergency Mass Notification Services, Enterprise Secure Messaging dan Touch To Talk. Layanan hal yang demikian memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan daya kerja bisnis dengan membikin karyawan perusahaan bisa terus terhubung kapan saja, di mana saja, dan dari perangkat apa saja.

Zona Cloud and Apps menyediakan booth layanan Field Force Management, Komputerisasi Smart City dan Smart Dashboard. Layanan ini menunjang perusahaan untuk melakukan bisnisnya dan berkompetisi lebih tepat sasaran di pasar dengan bundling mobile apps yang dikustomisasi pantas keperluan pelanggan, bagus cloud ataupun on-premise.

Walaupun pada zona Communication terdapat booth solusi Advanced Communication, Unified Communication, Enterprise Call Solution, Enterprise Smart Connection, TeamPLAN dan Device Bundling yang memungkinkan perusahaan untuk efisiensi tarif operasional bagus komunikasi internal ataupun ekternal perusahaan.

 

Silahkan Kunjungi: digital advertising