Daily Archives: August 28, 2018

Muslihun Berhasil Tempuh Pengajaran Tinggi

muslihun

Kerja Freelance – Muslihun lahir dari keluarga yang mempunyai situasi ekonomi serba terbatas. Mata pencaharian sang ibu cuma berjualan di sebuah kios kecil yang barang dagangannya dibeli utang dari pasar kecil di desa. Kerap kali, dagangan ibunya tak laku, walaupun barang-barang itu semestinya dibayarkan ketika malam harinya. Muslihun senantiasa menyaksikan ibunya dimarahi pemilik barang yang menagih uang pembayaran sebab ibunya tidak kunjung dapat membayar lunas.

Muslihun berguru di kota, butuh ongkos yang lumayan banyak cuma untuk dapat hingga ke sekolah. Kala, ibunya cuma cakap memberinya ongkos untuk berangkat ke sekolah, entah untuk pulang sekolah bagaimana nantinya, Muslihun konsisten berdaya upaya setidakya dia semestinya berangkat ke sekolah. Hingga hasilnya, rezeki Muslihun datang, dia memperoleh beasiswa kategori ekonomi lemah.

Semasa SMA, Muslihun juga berkesempatan mewakili sekolah dalam olimpiade fisika SMA/MA. Dari olimpiade itulah, dia bisa melunasi uang masuk sekolah. Sesudah lulus SMA, dia tidak dapat segera berkuliah sebab tidak adanya tarif. Muslihun berkeinginan tidak berkeinginan semestinya berprofesi lebih dulu. Tahun selanjutnya, dia mencoba mendaftar seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Diponegoro, tidak dikira namanya terpampang di pengumuman SPMB. Dia dapat berkuliah di jurusan Fisika Universitas Diponegoro.

Melainkan, dia juga kebingungan sebab modalnya belum cukup untuk uang masuk kampus. Untungnya, berkat pertimbangan pihak Undip, Muslihun dibolehkan membayar tarif permulaan masuk kuliah cuma Rp1 juta rupiah dulu dan dapat mengangsur sisanya. Walaupun Rp1 juta mungkin telah terdengar betul-betul rigan bagi orag lain, keluarga Muslihun konsisten semestinya sulit payah memperoleh pinjaman uang Rp1 juta rupiah itu. Walau Muslihun juga memperoleh beasiswa ketika dia berkuliah di Undip, beasiswa itu cuma cukup untuk membayar SPP dan PRKP tiap-tiap semester. Muslihun kerap kali kali dipanggil pihak rektorat sebab tidak kunjung melunasi uang permulaan masuk perkuliahan.

Muslihun bahkan hasilnya lulus dan diwisuda oleh Undip. Ketika acara wisuda, Muslihun tidak kuasa membendung rasa gembira yang membuncah di dadanya. Dia hampir menangis memandang kedatangan kedua orang tuanya karena dia dapat berdiri di daerah itu berkat jerih payah yang sungguh luar awam dan juga doa yang selalu mengalir dari orang tuanya.

 

 

Info Lengkap : https://fastwork.id/